Saturday, December 16, 2006

Berdialog dengan masyarakat Sibolga.

Tanggal 16 Juni 1996,rombongan kami berangkat ke Medan dengan menumpang pesawat Mandala.Besoknya tanggal 17 Juni 1996,kami dari Tim Amdal PLN,Tim Teknis Ditjen Listrik dan Energi Baru bersama PLN Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Sumatera Bagian Utara yg didampingi konsultan,mengadakan rapat terbatas membahas rencana pembangunan PLTU Labuan di kawasan kota Sibolga,Tapanuli Tengah.Rapat berjalan dengan lancar,dan besoknya pada tanggal 18 Juni 1998 kami dan rombongan berangkat menuju kota Sibolga untuk mengadakan Public Hearing dengan masyarakat setempat,dimana lokasi pembangunan PLTU akan dibangun.Dalam perjalanan kami mengetahui bahwa konsultan belum konfirmasi dengan Pemda Tapanuli Tengah,sehingga masyarakat setempat belum dihubungi.Saya sebagai pimpinan rombongan Tim Amdal PLN Pusat,sangat marah kepada konsultan.Akhirnya dengan segala cara mereka menghubungi Pemda dan masyarakat setempat,dan besoknya pada tanggal 19 Juni 1996,dengar pendapat atau Public Hearing dapat terlaksana dengan baik di dua tempat.Pengalaman yg sangat menarik adalah pengalaman kami harus naik perahu dari kota Sibolga diiringi hujan pula,karena kendaraan darat belum ada yg menjangkau kedua tempat ini,karena posisinya dibalik Teluk dan Tanjung.Public Hearing atau Dengar Pendapat dapat terlaksana dengan baik,karena sebahagian besar masyarakatnya masih berbicara dalam bahasa Batak,dan sayapun melayani mereka sebaik mungkin dalam menjawab pertanyaannya.Kesimpulannya hampir seluruh masyarakat Labuan mendukung pembangunan PLTU ini,yg berkapasitas 2x135 MW atau setara dengan 270 MW.Tanggal 20 Juni 1996,kami dan rombongan kembali ke kota Medan dan pada tanggal 21 Juni 1996 kami lengkap,Tim Amdal PLN,Tim Teknis Ditjen LPE,PLN PIKITRING SUMUT,konsultan berhadapan dengan Pemda Sumatera Utara di kantor Bappeda Sumatera Utara dan sepakat bahwa PLTU Labuan agar segera dibangun,karena kapasitas Daya terpasang di Sumut sudah sangat kritis,dan PLTU Labuan segera diharapkan menjadi penyeimbang beban antara Sistim Kelistrikan Timur dan Barat.Tanggal 22 Juni 1996,kami kembali ke Jakarta dan melaporkan hasil study ini dalam satu rapat pleno Komisi Amdal Departemen Pertambangan dan Energi.Karena krisis politik dan ekonomi pada tahun 1998,pembangunan PLTU Labuan pun tertunda-tunda beberapa tahun.Pada saat pembangunan PLTU ini dimulai saya sudah pensiun,saya mengikuti kegigihan Bupati Tapanuli Tengah,Drs Tuani Lumban Tobing agar PLTU ini terealiser.Mantan Wakil Ketua Tim Amdal PLN,Ir Berlin Simarmata MM.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home